Bondowoso — Refleksi sederhana tentang seekor burung menjadi pengingat kuat bagi jajaran KPU Kabupaten Bondowoso pada Jumat (20/02). Melalui kegiatan Bina Rohani di Musholla Nurullah, peserta diajak menelaah makna keberanian, ketekunan, dan keyakinan diri sebagai bekal menghadapi tantangan sekaligus menjalankan amanah pekerjaan sehari-hari. Kegiatan diisi oleh Agus Santoso yang mengangkat tema Hidup Seperti Burung. Dalam penyampaiannya, ia mengajak peserta merenungkan salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang tampak sederhana, namun sarat pelajaran. Burung, jelasnya, menjadi simbol keberanian, ketekunan, dan kepercayaan diri. Ia menjelaskan bahwa burung tidak pernah takut pada dahan yang rapuh karena sandaran utamanya bukan pada tempat bertengger, melainkan pada kekuatan sayapnya sendiri. Setiap pagi burung keluar mencari rezeki tanpa menunggu makanan datang ke sarang. Burung juga tidak menimbun makanan secara berlebihan karena cemas terhadap hari esok, melainkan berusaha hari ini dan tetap yakin akan ada jalan pada hari berikutnya. Bahkan saat menghadapi angin, burung tidak menyerah, melainkan memanfaatkan hembusan itu untuk terbang lebih tinggi. Dari perenungan tersebut, peserta diajak untuk percaya pada “sayap” masing-masing—yakni kemampuan dan doa yang menyertai setiap ikhtiar. Pesan untuk rajin berusaha tanpa mengeluh, tidak gentar menghadapi badai kehidupan, serta memandang setiap hari sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi benang merah kegiatan. Rangkaian Bina Rohani ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Khalil dan Ilmi Ardiansyah. Suasana musholla berlangsung khidmat, menjadi peneguh niat agar setiap langkah dalam menjalankan tugas kelembagaan senantiasa disertai usaha yang sungguh-sungguh dan keyakinan yang kokoh.