Bina Kerohanian: Meneguhkan Hati dan Menumbuhkan Kesadaran Lewat Kultum serta Doa Bersama
Bondowoso — KPU Kabupaten Bondowoso kembali menggelar kegiatan Bina Kerohanian di Musholla Nurullah pada Jumat (05/12/2025). Kegiatan yang diikuti komisioner dan jajaran kesekretariatan ini diisi dengan kultum bertema keistimewaan ziarah kubur, serta tahlil dan doa bersama untuk mendoakan keluarga besar KPU yang telah meninggal dunia. Momen ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menenangkan batin, memperdalam pemahaman spiritual, dan mengingat pentingnya keseimbangan antara tugas kedinasan dan pembinaan rohani.
Acara dibuka dengan sambutan dari Imroatul Husnah, Anggota KPU Kabupaten Bondowoso Divisi Perencanaan, Data dan Informasi. Ia menyampaikan ajakan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan hati yang lapang, sehingga hikmah dari kultum dapat benar-benar terserap dan memberi dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Harapan tersebut menjadi pembuka suasana yang meneduhkan sebelum memasuki sesi inti kegiatan.
Kultum disampaikan oleh Agus Santoso, pelaksana Sekretariat KPU Kabupaten Bondowoso dengan tema keistimewaan ziarah kubur. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan bahwa ziarah bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri. Ziarah mengingatkan manusia akan kematian, menggerakkan hati untuk memperbanyak amal saleh, sekaligus menjadi tanda kasih sayang kepada sesama. Ia turut memaparkan adab yang harus dijaga, seperti mengucapkan salam, mendoakan, dan menjaga kesopanan selama berada di area makam. Menutup penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa ziarah kubur merupakan amalan sederhana namun kaya nilai spiritual. “Semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa ingat akan kematian dan mempersiapkan diri dengan amal saleh,” ujarnya memberi pengingat.
Kegiatan berlanjut dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Khalil, jagat saksana KPU Kabupaten Bondowoso. Suasana musholla semakin khidmat ketika lantunan doa dipanjatkan khusus untuk keluarga besar KPU Kabupaten Bondowoso. Doa bersama ini menjadi wujud penghormatan sekaligus pengingat bahwa setiap insan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Melalui momen ini, para peserta diajak untuk terus memperbaiki diri serta memperkuat keikhlasan dalam menjalankan amanah pekerjaan sehari-hari. (Ptr)