KPU,BAWASLU WAJIB BERSINERGI UNTUK PEMILU BERKUALITAS

Surabaya,  Ketua KPU Bondowoso dan anggota menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama  dan Evaluasi Penyelenggara Pemilu 2019 di Hotel Windham, Surabaya. mulai tanggal 2 sampai 4 Nopember 2019, yang dihadiri oleh KPU dan Bawaslu se Jawa Timur, sebanyak 38 Kabupaten/kota.

Ketua KPU RI Arief Budiman dalam sambutannta  menyampaikan bahwa proses yang baik pada Pemilu 2019 ini adalah berkat kerjasama semuanya.

“Bawaslu Provinsi Jatim memberi contoh yang baik untuk membangun relasi antar lembaga dengan baik. Dan saya lihat respon itu juga diberikan baik oleh lembaga yang lain, buktinya apa hampir semua lembaga yang diberi apresiasi itu dapat hadir malam ini,”ujarnya saat sambutan, Sabtu malam (2/11/2019). KPU dan Bawaslu, sepatutnyalah bekerjasama dengan baik demi kelancaraan Pemilu.

“Biasanya yang meruntuhkan penyelenggaraan Pemilu itu bukan dari luar, tapi yang dalam penyelenggara Pemilu itu. Kalau KPU dan Bawaslunya tidak berhubungan dengan baik, tidak berelasi dengan baik, di daerah itu , jangan harap pemilunya akan berjalan dengan baik. Tapi kalau KPUnya dan Bawaslunya berelasi dengan baik dalam hal yang positif lho ya, maka serangan sedahsyat apapun dari luar ,  semuanya akan bisa dijawab dan diselesaikan dengan baik.  Jika sama-sama tidak baik Ingatlah keruntuhan itu akan lebih mudah,”imbuhnya.Ia meminta agar Rakor Bersama ini, bisa dilanjutkan pada tingkat daerah, bahkan sampai jajaran paling rendah.

“Terima kasih sekali lagi atas inisiasi semacam ini, selamat ber-Rakor KPU Kabupaten/Kota dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Semoga Jawa Timur selalu menghasilkan inisiasi untuk Indonesia. Dan saya harap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan juga hingga tingkat paling bawah,”pungkasnya.

Selanjutnya sambutan dari ketua Bawaslu RI , Abhan SH MH. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh  Bawaslu Jawa Timur.

“Apa yang dilakukan ikhtiar dari Bawaslu Jawa Timur hari ini melakukan rapat koordinasi bersama dan evaluasi, Saya kira tadi sudah disampaikan sambutan yang mendahului saya Pak Arif maupun pak Harjono bahwa evaluasi keniscayaan dari proses panjang tentu, dengan evaluasi ini kita saling membuka diri untuk bisa melakukan beberapa hal yang beberapa kali ada kekurangan untuk perbaikan pada masa selanjutnya,”katanya .

Masih menurut Abhan, ke depan tahun 2020 ada Pilkada serentak,  270 daerah, dan Jawa Timur termasuk di antaranya, bahkan termasuk juga 19 besar kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada.

“Artinya apa bahwa evaluasi ini akan segera bisa laksanakan di dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu atau Pilkada 2020 di Jatim di 19 kabupaten/kota, kalau ada catatan kekurangan mudah-mudahan bisa diperbaiki dan informasi ini untuk pelaksanaan Pilkada”ujarnya

Hal senada juga disampaikan Kerua Bawaslu RI, juga dirasa perlu dilakukan sampai pada tingkat bawah, terutama jajaran PPK dan  jajaran Panwascam bahkan hingga KPPS dan PTPS

“Karena persoalan muncul emang dari bawah, maka saya kira perlu untuk rapat koordinasi ini adalah provinsi tapi pada yang paling penting bagaimana menyampaikan pemahaman di jajaran kita. Kalau dari situ setiap persoalan akan tidak ada masalah , tapi kalau di bawah KPPS dan PTPS ada beda pendapat ,tentu menjadi persoalan , timbul masalah hingga bagaimana H

Harus bisa menyamakan persepsi antara KPPS dan PTPS,”tuturnya.

Ia menyampaikan apresiaainya pada KPU dan Bawaslu kabupaten/kota atas pengabdiannya.

“Sekali lagi kami apresiasi pada jajaran penyelenggara pemilu di Jawa Timur dari jajaran Bawaslu maupun KPU atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mengawal demokrasi. Khususnya di Jawa Timur ini ,Alhamdulillah,”tutupnya.

Pada kesempatan yang sama,  Ketua DKPP Prof Harjono. Ia mengucapkan selamat kepada jajaran KPU dan Bawaslu yang sudah melaksanakan tugasnya dwngan baik dan sudah melalui tahap-tahap Pemilu serentak 2019 dengan baik.

“Bahwa Pemilu kita ini diselenggarakan oleh sebuah Komisi Pemilihan Umum yakni independen . Komisi Pemilihan Umum nasional yang independen tapi dalam ketentuan undang-undang, maka penyelenggara Pemilu itu ada 3 yakni Bawaslu , KPU dan DKPP,”jelasnya.

Menurut Harjono, ketidakberhasilan Pemilu yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga independen artinya mencerminkan bahwa demokrasi bangsa ini, tidak berjalan .

“Demokrasi yang dikehendaki bahwa kedaulatan ditangan rakyat tidak berhasil maka berarti pesta rakyatnya juga tak berhasil. Ini kita sebagai satu rumpun di dalam penyelenggaraan pemilu, punya tanggung jawab besar karena keberadaan dari penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum ini tidak lepas dari konteks historis bagaimana Pemilu di Indonesia dilaksanakan,”ujarnya.

Catatan yang berikan Harjono adalah pada Pemilu-Pemilu sebelumnya,  pelaksanaannya tidak ada jaminan untuk independen,  maka proses harmonisnya , proses judulnya pun juga tidak dilakukan.

“Oleh karena itu taruhan kita adalah bagaimana menjaga bahwa rakyat itu percaya pada apa yang kita hasilkan.

Ketiga-tiganya setunggal ini harus bersinergi untuk membentuk kepercayaan kepada rakyat.  Oleh karena itu selamat kepada KPU dan Bawaslu di mana pada Pemilu serentak kita sudah berhasil. Kita berharap bahwa keberhasilan itu tidak hanya sebagai keberhasilan penyelenggara, karena kita sadar bahwa demokrasi kita ini belum sempurna . Kesempurnaan demokrasi ini akan terjadi tapi itu bukan penyelenggara nya saja yang tahu pada Pemilu , tapi pemilihnya juga tahu bagaimana memilih dalam Pemilu itu,”paparnya.

Harapannya adalah agar KPU dan Bawaslu dari pusat sampai ke jajaran yang paling rendah dipercaya rakyat.

“Adalah pahlawan-pahlawan demokrasi . Kita dipercaya , itu suatu hal yang mulia , oleh karena itu marilah kita kerjakan dengan baik dan secara amanah. Karena itu adalah bagian dari sistem kenegaraan kita. Sekali lagi selamat dan semoga saja situasi yang seperti ini bisa membangkitkan kepercayaan pada diri sendiri di dalam melaksanakan Pemilu yang Jurdil.”katanya.

Junaidi SH , Ketua KPU Bondowoso mengatakan bahwa Rakor Bersama ini merupakan acara evaluasi yang sangat penting bagi para penyelenggara.

“Acara ini sangat penting bagi kita sebagai penyelenggara Pemilu, karena kita semakin memahami bagaimana menjadi penyelenggara yang berintegritas dan patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan,”tuturnya. Selain itu, menurut Junaidi, kegiatan tersebut juga sebagai perekat antar KPU dan Bawaslu.

“Dan acara ini menjadi perekat antara Bawaslu dan KPU untuk memberikan spirit bersama demi mensukseskan Pemilu , terutama Pemilukada 2020,”tutupnya.(Jun)

Mungkin Anda Menyukai