KPU dan Bawaslu Perlu Kerjasama Menjaga Demokrasi Bermartabat

Surabaya, Minggu(8/12). KPU Bondowoso, Divisi SDM dan Parmas, Sunfi Fahlawati menghadiri acara Rapat Evaluasi Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan  Pemberitaan, Penyiaran Dan Iklan Kampanye Pemilu 2019 yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk mengevaluasi pengawasan kampanye dimedia  dan memperat solidaritas gugus tugas untuk menyambut pilkada Serentak 2020.

Turut hadir 3 pimpinan Bawaslu Jatim, Komisioner Bawaslu Divisi Kehumasan dari 38 Kabupaten/ Kota, Komisioner KPU Divisi SDM dan Parmas dari 38 Kabupaten/Kota serta perwakilan jurnalis yang dilaksanakan di hotel majapahit (jl. Tunjungan No. 65, Genteng. Kota Surabaya) yang berlangsung  pada hari Minggu- Selasa tanggal 8-10 Desember 2019.

 

Acara berlangsung dengan sambutan Purnomo Pringgodigdo selaku koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jatim menyampaikan dalam  sambutannya berharap  kegiatan ini menjadi pemicu kebersamaan kita agar demokrasi ditingkat lokal itu, kita bisa jaga bersama-sama.” Ungkapnya

Dilanjutkan dengan sambutan Aang kunaifi (Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim) menyampaikan sebagaimana penyelenggaraan pemilu sebelumnya bawaslu selalu melakukan kegiatan menyongsong kegiatan pilkada maupun pemilu nasional,  kami  bawaslu diwajibkan untuk melakukan pemetaan. Serta hari ini indeks peranan pemilu  yang mulai disusun, sehingga nanti mohon bantuan KPU Kabupaten/ kota yang melaksanakan pilkada 2020 agar memberikan support kepada teman- teman Bawaslu kabupaten/ kota yang mencari identifikasi- identifikasi data pendukung” Ungkapnya.

Imbuhnya, Dengan harapan kegiatan ini dapat memberikan konsep yang jelas  nantinya pada pelaksanaan pilkada 2020 sebagai pijakan kita, walaupun regulasinya jauh berbeda dengan pemilu Tahun 2019. Akan tetapi pemilu Tahun 2019 inilah kita bisa mengevaluasi aktivitas pelaksanaan yang berkaitan dengan pemberitaan, ketentuan KPU dalam membatasi iklan kampanye.

Untuk acara inti yaitu materi pertama terkait hasil pengawasan kampanye yang disi oleh Aang Kunaifi, S.H., M.H (Anggota Bawaslu Provinsi Jatim) menjelaskan bahwa ada beberapa larangan kampanye yang perlu diperhatikan, hal ini  disimpulkan dari hasil pengawasan kampanye pemilu 2019 yaitu: mempersoalkan dasar negara, UU 1945 bentuk negara, mengancan melakukan kekerasan,  merusak dan ataumenghilakan alat peraga, mengganggu ketertiban umum, menghasut dan memnggadu domba, melakukan kampanye sara dan kegiatan lainnya yang membahayakan NKRI. (Muhib)

Mungkin Anda Menyukai