“Ketua KPU dan Divisi Parmas hadiri Bimtek Kehumasan”

Surabaya , KPU Provinsi Jawa Timur,  kembali menggelar Bimbingan Teknis Kehumasan. Kegiatan kali ini digelar di Hotel Ayola Sunrise Jalan Benteng Pancasila – Mojokerto, yang diselenggarakan selama tiga hari sejak tanggal 10 hingga 12 Desember 2019.


Dalam Bimtek tersebut, dihadiri oleh Chairul Anam Ketua KPU Jatim serta sekretaris KPU Jatim. Peserta Bimtek adalah seluruh Ketua KPU kabupaten/kota beserta Divisi Parmas dan SDM. Ketua KPU Jatim,  Chairul Anam menyampaikan dalam sambutannya bahwa Bimtek kehumasan ini adalah yang ketiga kalinya.
“Kawan-kawan sekalian, ini sudah Bimtek kehumasan ketiga, sejak kawan-kawan dilantik pada periode sekarang. Sengaja saya minta Pak Gogot ini mengundang kawan-kawan Ketua, karena saya melihat dan memang sangat penting Ketua juga memahami terkait teknik-teknik atau cara-cara kehumasan,”jelasnya,  Selasa (10/12/2019).
Menurutnya, Humas juga akan dikenal sebagai juru bicara selain Ketua KPU,  saat ada isu yang memang perlu di publikasikan oleh awak media.
“Disamping Ketua KPU nya, yang paling terkenal adalah Humasnya . Karena mungkin lebih mengenal jubirnya yakni Humasnya daripada Komisionernya.  Humas juga memang ditugaskan untuk lebih banyak berkomunikasi dengan kawan-kawan di luar KPU, terutama awak media. Nah,  selain kawan-kawan humas yang sering dicari oleh publik,  adalah mau tidak mau Ketua KPU nya,  karena kawan-kawan juga selalu menginginkan statement wawancara melalui Ketua,“paparnya.
Setidaknya kita mensuplai informasi pada awak media,  lanjut Chairul Anam, kita perlu menggandeng awak media,  karena dengan demikian mereka lebih berterimakasih mendapatkan informasi untuk nantinya diolah menjadi berita.

“Dikasih informasi itu lebih penting, daripada harus kita mengeluarkan uang pribadi atau uang yang gak jelas.  Sering saya sudah katakan berkali-kali , saya sampaikan untuk bisa mengalokasikan secara khusus kepada kawan-kawan media. Kita yang punya data,  jadi bentuknya bisa Media Gathering, bisa bentuk Briefing atau diajak keluar kota. Ini yang bisa kita lakukan. Bagaimana caranya mengalokasikan dan bagaimana kemudian mengelola kawan-kawan media. Kita gandeng mereka , tidak semua media yang hanya menuntut kejelasan, jadi tinggal bagaimana kawan-kawan bisa berkomunikasi dengan baik antara media dan lembaga kita,“imbuhnya.
Ketua KPU Jatim juga menyampaikan,  koordinasi antara lembaga KPU maaing-masing kabupaten/kota memiliki seni tersendiri dalam mengelola komunikasi dengan awak media.

“Saya kira  di materi kita paling depan akan kita hadirkan narasumber-narasumber yang kredibel. Mereka yang memang juga praktisi dalam dunia media, yang akan memberikan banyak hal kepada kawan-kawan. mudah-mudahan dalam dua sampai tiga hari ini kegiatan kita Bimtek prinsip kehumasan bisa semakin memperkokoh kawan-kawan KPU Kabupaten/kota, untuk menjaga yang kemudian juga senantiasa membawa citra baik dari kelembagaan kita.  Jadi, tetap selalu sampaikan dengan benar , jangan semua yang benar disampaikan,  jadi maaf saja, kiranya penting dan perlu untuk kiranya kita sampaikan,”ujarnya. 

Media Center bisa menjadi pilihan yang bijak bagi lembaga kita,  imbuhnya,  karena memang belum ada SOP khusus terkait kehumasan KPU.

“Saya kira memang belum ada siapa yang wajib menyampaikan itu. Jika masing-masing divisi ada isu , maka diharapkam bisa menyampaikan pada media. Kita perlu melalukan terobosan dalam melakukan kerjasama dan berkoordinasi dengan media,  misalkan punya Media Center KPU atau membuat Media Gathering ini kemudian kita anggarkan. Namun perlu kita memberikan pengarahan, dari kegiatan tersebut juga bisa kita beri transport , dengan pengertian bukan sebuah sogokan atau gratifikasi. Memang tidak mudah untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan media , tentu punya trik dan tips khusus ya , agar kawan-kawan nanti mampu mengelola itu,“tutupnya.

Menyikapi hal tersebut,  Junaidi SH Ketua KPU Bondowoso, berkomentar dalam Bimtek Kehumasan ini adalah untuk menyatukan persepsi terhadap Kehumasan.
“Bagaimana nantinya,  kita bisa secara bijak menyikapi isu-isu, hoax dan informasi. Yang kemudian harus  mampu bersinergi dengan Pers, sehingga ada “penyambung” dari KPU ke masyarakat. Sehingga informasi yang diterima publik,  tidak sepotong-potong,ujarnya di tempat yang sama.
Junaidi berharap,  semoga Bimtek ini akan membuat lembaga KPU semakin baik lagi.
“Semoga dalam Bimtek ini, KPU semakin baik kedepannya, terutama KPU Bondowoso,”imbuhnya. (Jun)

Mungkin Anda Menyukai