DORONG PEMUTAKHIRAN PEMILIH YANG AKUNTABEL, KPU BONDOWOSO JALIN KERJASAMA DENGAN DISPENDUKCAPIL

Bondowoso,www.kpud-bondowosokab.go.id. 19 Januari 2017 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso menjalin kerjasama sinkronisasi data penduduk untuk pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso. Kerjasama dalam bentuk penyediaan data kependudukan oleh Dispendukcapil kepada KPU Kabupaten Bondowoso  tersebut direncanakan berlangsung selama lima tahun dan dapat diperpanjang . Dengan kerjasama tersebut, pemutakhiran pemilih diharapkan dapat berlangsung lebih akuntabel serta meningkatkan partisipasi pemilih dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.

“Dengan kesepahaman ini, diharapakan daftar pemilih lebih akurat dan meminimalisir kesalahan,” kata Ketua KPU Kabupaten Bondowoso ketika memberikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman Sinkronisasi Data Penduduk antara KPU Kabupaten Bondowoso dengan Dinas Dispendukcapil di aula KPU Bondowoso, Kamis (19/1).

Selain itu, kerjasama tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pemutakhiran daftar pemilih dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD dan DPRD, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Kerjasama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman Nomor : 001/KB/KPU-Kab-014.329693/2017 dan Nomor : 470/03/430.10.3/2017 tanggal 19 Januari 2016 tersebut ditandatangani oleh Ketua KPU Kabupaten Bondowoso, Hairul Anam, S.Pd dan Kepada Dispendukcapil Bondowoso, Abdul Muthalib, S.Sos di Aula KPU Kabupaten Bondowoso. Hadir dalam penandatanganan tersebut seluruh anggota KPU Kabupaten Bondowoso, jajaran sekretariat KPU Kabupaten Bondowoso, serta jajaran pimpinan Dispendukcapil Bondowoso.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, KPU Kabupaten Bondowoso dan Dispendukcapil Bondowoso menyepakati penyediaan informasi kependudukan yang terdiri dari : 1) penyediaan data pendudukan by name by addres yang memenuhi syarat sebagai pemilih, yaitu usia 17 tahunke atas atau berusia di  bawah 17 tahun tetapi sudah menikah atau pernah menikah. 2) Mutasi penduduk by name by addres yang datang ke Kabupaten Bondowoso atau keluar dari wilayah Kabupaten Bondowoso dan/atau mutasi di dalam wilayah Kabupaten Bondowoso. 3) pergerakan pendudukan by name by addres yang memenuhi syarat sebagai pemilih.

Ketua KPU Kabupaten Bondowoso Hairul Anam, S.Pd memaparkan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah awal untuk mendapatkan daftar pemilih yang berkualitas. Dengan kerjasama itu, KPU Kabupaten Bondowoso akan lebih mudah dalam memutakhirkan data serta meminimalisir kesalahan dalam daftar pemilih.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah untuk menjaga silaturahmi dengan Dispenduk sehingga tujuan pemutakhiran pemilih berkelanjutan dapat tercapai,” katanya.

Kepala Dispenduk Bondowoso Abdul Muthalib, S.Sos mengatakan, kerjasama dalam bentuk sinkronisasi data penduduk tersebut merupakan antisipasi dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mencegah persoalan dalam penyusunan daftar pemilih dalam Pemilu maupun Pilkada. Dengan mengacu pada pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2017, terdapat persoalan dalam penyusunan daftar pemilih yaitu masih terdatanya penduduk yang sudah meninggal dunia, serta penduduk yang memilih hak pilih tidak tercantum dalam daftar pemilih.

Sebagai tindaklanjut kerjasama tersebut, Dispendukcapil Bondowoso akan lebih memperhatikan penghapusan penduduk yang sudah meninggal dunia. Selain itu, Dispendukcapil akan memerintahkan Kepala Seksi Pemerintahan untuk selalu melaporkan penduduk yang meninggal dunia dalam pertemuan  yang diadakan setiap dua bulan sekali.

“Kami berharap, kerjasama ini dapat dikembangkan menjadi sebuah sistem, sehingga siapapun pejabatnya akan mengikuti sistem yang berlaku,” ungkapnya.

Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu terakhir, yakni Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, jumlah pemilih di Kabupaten Bondowoso tercatat sebanyak 598.727 orang yang terdiri dari 287.970 lak-laki dan 310.757 perempuan. Pemilih tersebut tersebar di 1.960 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 23 Kecamatan dan 219 Desa. Selain itu, terdapat Jumlah pemilih Terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 460 orang, Pemilih Terdaftar dalam daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 75 orang, Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb)/pengguna KTP dan KK/nama sejenis lainnya sebanyak 2.326 orang, sehinggal total pemilih yang terdaftar sebanyak 601.588 orang (289.370 laki-laki dan 312.218 perempuan). Dari Jumlah pemilih tersebut, sebanyak 452.362 orang (208.984 laki-laki dan 243.378 perempuan) menggunakan hak pilihnya. (idi/kar/ha)

Mungkin Anda Menyukai